Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S Yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Galaxy S10+ beserta saudaranya Galaxy S10e dan Galaxy S10 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity-0 di mana layarnya memenuhi potongan depan ponsel namun tanpa poni yang umumnya dipakai belakangan ini.

Galaxy S10+ juga memakai chipset teranyar Samsung untuk performa yang bertenaga dan total 5 kamera untuk memuaskan penggunanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Dengan harga rilis yang sejuta lebih mahal dibanding Galaxy S9+ generasi sebelumnya, apakah Galaxy S10+ menghadirkan banyak pembaruan yang menarik? Secara keseluruhan jawabannya yaitu iya.

Desain

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Varian warna Ceramic White pada Galaxy S10+ yang saya gunakan tampil menawan dengan potongan belakang bodi ponsel berwarna putih susu dengan lapisan berwarna keemasan di potongan sisi kamera dan sisi ponsel.

Frame ponsel di potongan sisi memakai model pengecatan mengkilap, tidak ibarat generasi sebelumnya yang memakai model pengecatan dof. Saya langsung bahwasanya lebih suka model dof sebab lebih tahan baretan dan terlihat lebih menarik.

Untuk ukurannya, Galaxy S10+ berukuran cukup besar yaitu 157.6 x 74.1 mm dengan ketebalan 7.8 mm. Walaupun ukurannya cukup besar, Galaxy S10+ masih nyaman digenggam. Ini sebab potongan sisi ponsel melengkung mulai dari layar, frame, hingga beling belakang ponsel tanpa terasa jendolan yang mengganggu.

Karena potongan belakang ponsel ini memakai material kaca, ponsel terasa licin sehingga beberapa kali saya takut ponselnya nyelip dari tangan. Untungnya di paket penjualan sudah disediakan case pelengkap untuk membantu memproteksi ponsel dan semoga tidak licin.

Tersedia tombol standar di banyak sekali sisi ponsel Galaxy S10+ dengan pelengkap tombol Bixby khas Samsung. Samsung pun belum menanggalkan port audio di Galaxy S10+ sehingga headphone kabel standar masih sanggup dipakai di ponsel ini.

Di belakang ponselnya terdapat 3 kamera dan 2 kamera sisanya diletakkan di potongan depan ponsel. Sensor detak jantung kini diletakkan di ujung potongan kamera belakang yang bahwasanya agak menyulitkan ketika ingin digunakan.

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Yang tidak akan ditemukan pada Galaxy S10+ yaitu pemindai sidik jari fisik dan lampu LED notifikasi. Hilangnya lampu LED notifikasi cukup disayangkan sebab lampu LED notifikasi membantu saya untuk sekilas melihat ada notifikasi apa di ponsel.

Untuk hilangnya pemindai sidik jari fisik, ini sebab Samsung telah memakai teknologi pemindai sidik jari termutakhir dengan menyematkannya di potongan dalam layar ponsel tepatnya di area tengah bawah ponsel.

Selama saya gunakan, pemindai sidik jarinya cukup akurat dan jarang gagal dalam merespon sidik jari saya. Posisinya pun gampang dijangkau oleh jempol saya ketika memakai ponsel. Untuk awal-awal mungkin akan perlu penyesuaian hingga alhasil hapal posisi pemindai sidik jarinya.

Layar

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Seperti yang pada awalnya saya katakan, Galaxy S10+ memakai model layar penuh tanpa poni namun tetap menyediakan kamera depan. Untuk menyiasati hal ini, Samsung memakai metode unik yaitu kamera depannya ibarat dilubangkan di layar.

Dengan metode tersebut, Galaxy S10+ berhasil menyematkan kamera depan di layar penuh dengan tampil lebih menarik dan tidak semengganggu layar berponi biasa. Area notifikasi pun terasa lebih luas tidak terbagi dua.

Model layar belubang ini mungkin tampil menarik namun sebab jarak antara potongan atas ponsel dan kamera depan agak lebar, area notifikasi di ponsel kini terlihat lebih tinggi di banding pada umumnya. Ini secara bergairah menciptakan area efektif layar ponsel lebih kecil dari seharusnya.

Untuk layarnya sendiri, Samsung memakai teknologi terbaru mereka yaitu Dynamic AMOLED. Berbeda dengan teknologi AMOLED sebelumnya, Dynamic AMOLED bisa menghadirkan layar yang lebih jelas namun lebih nyaman di mata, kontras yang lebih dalam, dan warna yang lebih sempurna, dan mendukung HDR10+.

Resolusi layar di Galaxy S10+ mendukung hingga 3040 x 1440 piksel (WQHD+). Namun secara bawaan resolusi layarnya akan disetel ke 2280 x 1080 piksel (FHD+). Jika ingin menghemat daya baterai, disedaikan juga opsi resolusi layar yang lebih rendah yaitu 1520 x 720 piksel (HD+).

Performa

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Dengan dilengkapi chipset Exynos 9820 dan RAM 8 GB, Galaxy S10+ bisa melaksanakan banyak sekali aktifitas dengan lancar. Animasi pada antarmuka terlihat halus dan jarang terlihat kegagapan pada animasinya.

Galaxy S10+ juga bisa memainkan banyak sekali game dengan grafis tinggi secara lancar. Namun bila memainkan game yang menuntu grafis tinggi, bodi Galaxy S10+ terasa panas sesudah bermain game beberapa saat.

Speaker yang disematkan di Galaxy S10+ memakai model stereo dengan keluaran bunyi yang memuaskan baik ketika bermain game maupun menonton video.

Di aplikasi pengujian AnTuTu, Galaxy S10+ meraih skor 339.490 yang menempatkannya pada jajaran teratas untuk soal performa. Untuk di aplikasi pengujian Geekbench, Galaxy S10+ mendapat skor 4.472 untuk single-core dan 10.280 untuk multi-core.

Baterai

Selain mengatakan performa yang tinggi, Galaxy S10+ juga menyajikan daya tahan baterai yang memuaskan. Ponsel ini sanggup tahan lebih dari sehari dengan screen on time 6 jam 38 menit hingga level baterai 15% ketika saya gunakan untuk melaksanakan banyak sekali acara sehari-hari ibarat chatting, berselancar web, menonton video, dan bermain game.

Ketika dites daya tahan baterainya memakai aplikasi PC Mark dengan pengetesan Work 2.0, baterai Galaxy S10+ bisa bertahan selama 10 jam 15 menit.

Untuk pengisian daya baterainya memerlukan waktu 2 jam dari level baterai 15% ke 100% memakai charger bawaan ponsel. Angka ini bahwasanya cukup usang untuk ponsel jaman sekarang. Samsung nampaknya masih ingin bermain kondusif di baterai untuk ketika ini.

Kamera

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Samsung menyematkan total 5 kamera pada Galaxy S10+ dengan 3 kamera di potongan belakang dan 2 kamera di potongan depan.

Kamera belakangnya terdiri dari kamera utama Ultra Wide 16 MP, kamera 12MP Wide-angle untuk menangkap gambar yang lebih luas, dan kamera Telephoto yang memungkinan untuk mengambil gambar dengan zoom optik 2x.

Untuk kamera depan di Galaxy S10+ terdiri dari kamera selfie 10 MP dan kamera RGB Depth 8 MP. Kamera RGB Depth ini menciptakan Galaxy S10+ bisa menghasilkan imbas bokeh yang lebih halus.

Secara keseluruhan kamera Galaxy S10+ bisa mengambil gambar yang anggun di banyak sekali situasi. Berikut yaitu beberapa hasil foto yang dihasilkan oleh Galaxy S10+ (klik pada masing-masin gambar untuk melihat pada resolusi aslinya):

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanNormal

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanZoom 2x

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanWide-angle

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanNormal

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanZoom 2x

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanSelfie Normal

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang MemuaskanSelfie Live Focus

Software

Galaxy S10+ sudah memakai Android versi terbaru yaitu Android 9. Untuk antarmuka ponselnya dibalut dengan One UI gres buatan Samsung. Berbeda dengan antaramuka generasi sebelumnya, One UI tampil lebih sederhana dengan sudut yang melengkung mengikuti bentuk ponsel.

 yaitu ponsel flagship pertama Samsung yang mengusung layar unik Infinity Review Galaxy S10+ – Penyegaran Seri Galaxy S yang Memuaskan

Saya sendiri menyukai antarmuka gres dari Samsung ini walau beberapa icon aplikasi terasa agak absurd atau terlalu ngejreng. Antarmuka lebih nyaman ketika dipakai untuk acara sehari-hari.

Antarmuka One UI juga mempunyai fitur Night Mode yang sanggup diaktifkan secara manual maupun otomatis di waktu tertentu. Jika fitur ini diaktifkan, antarmuka ponsel akan berubah jadi gelap semoga tidak menciptakan nyeri mata ketika ponselnya dipakai di malam hari.

Bixby di Galaxy S10+ mempunyai fitur gres yaitu Bixby Routines. Dengan Bixby Routines, banyak sekali setelan ponsel sanggup secara otomatis diaktifkan sesudah kondisi tertentu dicapai. Misal sebelum tidur maka setelan ponsel akan diubah otomatis semoga lebih hemat baterai dan tidak berisik.

Kesimpulan

Galaxy S10+ bukan hanya sekedar pembaruan kecil dibanding generasi sebelumnya. Banyak pembaruan besar dari banyak sekali sisi yang menciptakan Galaxy S10+ menjadi ponsel terbaik Samsung untuk ketika ini.

Walau harganya cukup mahal, Galaxy S10+ menyajikan layar yang memukau, baterai tahan lama, performa yang gegas, dan kamera yang memuaskan.